Cerita ini mungkin telah lama kita dengar, namun Tuhan selalu mengingatkan kita bagaimana Dia selalu hadir dalam hidup kita. Aku ingin anda membaca artikel ini sampai habis dan mengerti betapa Tuhan sangat mengasihi kita...Pada suatu malam aku bermimpi, aku sedang berjalan bersama-sama dengan Tuhan dipinggiran pantai. Tuhan memegang tanganku dengan erat. Pada saat kami berjalan Tuhan memperlihatkan tentang Kehidupanku disaat masa-masa senang yang aku jalani. Aku melihat kebawah terdapat dua jejak pasang kaki berbekas dipasir laut, itu adalah jejak kaki Tuhan dan jejak kakiku. Aku merasa senang melihat itu semua, karena aku merasa Tuhan ada beserta dengan aku. Dia sangat mengasihi aku. Kami terus berjalan dan berjalan. Hatiku sangat gembira serta bahagia mengetahui Tuhan selalu menggandeng tanganku dan menuntun aku.
Sampai waktu dimana masa-masa sukar hadir dalam kehidupanku, hatiku sakit, sesak dan merasa tidak kuat lagi menjalani kehidupanku ini. Kemudian aku melihat kebawah dan ternyata hanya terdapat sepasang jejak kaki yang membekas dipasir laut. Aku kesal sama Tuhan. Dimasa senang Dia selalu bersama-sama dengan aku tetapi dimasa sulit aku sendirian. Dimana Tuhan? Mengapa Dia meninggalkan aku?
Akhirnya aku bertanya kepada Tuhan, "Tuhan dimasa-masa senang Engkau selalu bersama-sama dengan aku dan Engkau selalu menggandeng tanganku, tetapi mengapa disaat masa-masa sulit datang dalam kehidupanku, dimana aku sangat membutuhkan Engkau sebagai penolongku, serta waktu dimana aku ingin Engkau hadir dalam kehidupanku, Engkau meninggalkan aku?"
Jawab Tuhan, "mengapa Engkau bertanya seperti itu?"
Aku pun menjawab, "pada saat pertama kali kita berjalan dimana Engkau memperlihatkan kepadaku kehidupanku yang senang dan serba kecukupan terdapat dua pasang jejak kaki yang membekas diatas pasir mengikuti kita. Namun dengan berjalannya waktu disaat masa sukar datang, aku melihat hanya ada sepasang jejak kaki yang terdapat dipasir laut, dimanakah Engkau Tuhan? Mengapa Engkau meninggalkan aku dan tidak menolong aku?"
Tuhan menjawab dengan lembutnya, "pada masa senang terdapat dua pasang jejak kaki dipasir laut kerana Aku bersama-sama dengan engkau. Namun pada masa sukar dalam kehidupanmu hanya terdapat sepasang jejak kaki yang membekas dipasir laut, itu bukanlah jejak kakimu melainkan jejak kaki-Ku, Aku menggendongmu pada masa-masa sukarmu. Aku tidak pernah meninggalkanmu, tetapi Aku selalu berada didekatmu memberikan engkau kekuatan agar engkau mampu menghadapi masa-masamu yang sukar."

