Hari lepas hari dan minggu lewat minggu, dan hal itu sangat menggangguku. Aku telah berdoa tentang hal itu dan kukira aku telah mengampuninya, namun aku tak dapat melupakan peristiwa itu. Demikianlah bulan-bulan telah lewat. Aku memang tidak terlalu memikirkan akan hal itu, namun kadang-kadang setelah aku berdoa sebelum tidur, aku diingatkan akan peristiwa itu dan agaknya aku tak dapat menghapusnya dari pikiranku. Akibatnya aku sering terganggu dalam tidurku.
Dua tahun telah lewat dan aku bertanya-tanya apakah aku sungguh-sungguh telah mengampuninya. Aku bertekad untuk membicarakan hal ini dengan kawanku itu dan aku mengatakan betapa sakit hatiku akan kata-katanya yang diucapkannya terhadapku. Sebelum aku bertemu dengannya, aku memikirkan apa yang aku hendak katakan kepadanya yang tidak meyakitkan hatinya. (Aku tidak tahu dengan pasti apakah ia masih ingat apa yang diucapkannya kepadaku.)
Aku telah membawa hal ini dalam doaku agar Tuhan memberikan kepadaku kata-kata yang tepat yang aku akan gunakan. Setelah selama empat hari berdoa, aku mulai berfikr bahwa Tuhan tidak mendengarkan doaku. Namun, tiba-tiba aku mulai sadar. Tuhan ternyata telah mendengar doa-doaku. Jawab-Nya adalah : Janganlah mengatakan APA-APA. HANYA AMPUNILAH DIA!
Aku melakukannya dan suatu perasaan penuh damai meliputi aku. Sejak itu aku tak pernah mengalami malam-malam yang resah.lagi.
Kita semua pernah mengatakan sesuatu yang menyakiti hati seseorang. Sebaliknya kitapun harus bersedia mengampuni mereka yang pernah menyakiti kita dan bermohon kepada Tuhan untuk memberikan kita kasih anugerahNya untuk mengampuni mereka. Dengan mengampuni mereka, kita dibebaskan dari rasa sakit hati kita. Bila kita dapat mengampuni dengan hati yang tulus, hal ini akan membawa kesembuhan dalam kehidupan spiritual kita.
- Robbie Jo -
"But I say unto you, Love your enemies, bless them that curse you, do good to them that hate you, and pray for them which despitefully use you, and persecute you." Matthew 5:44

